Senin, 07 Juli 2014

Just Knew It, That I Love You (Chapter 2)

Main Cast      :
                - Park Chan Yeol (EXO)
- Kim Yae Rin (OC)
- Lee Se Yeong (OC)
- Kim Jong In (EXO)

Other cast       : You'll find it later

-Author POV-

Mereka pun berjalan pulang berempat dengan kesibukan masing masing. Yae Rin dan Se Yeong sedang berbicara tentang fashion dan Chanyeol dengan Kai sedang membicarakan tentang pertandingan basket minggu depan.
Tanpa ada yang tau, Kai ada niatan tersendiri ikut pulang bersama dengan mereka bertiga. Karena dia ingin tahu tentang seseorang, yang sudah mencuri perhatiannya sejak makan siang di kantin tadi. Orang tersebut adalah...
"YA! Kkamjong, kau melamun ya?" tanya Chanyeol.
"Ah? A-Ani, aku sedang berpikir sejenak. Hehehe." jawab Kai.
"Hm, jinjja? Kau memikirkan siapa? Memikirkan Kim-"
"YA! Jaga mulutmu. Mau aku bongkar juga rahasiamu?" ucap Kai yang memotong perkataan Kai.
"Ne, arasseo. Aku akan diam. Jadi, kau ikut lomba minggu depan 'kan?"
"Mollayo, soalnya ada lomba dance juga minggu depan. Dan di hari yang sama."
"Hm, pikirkanlah baik-baik lagi. Tapi kalau memang tidak bisa, tidak apa. Masih ada si cadel itu." ucap Chanyeol.
"Oh Se Hun maksudmu? Mungkin aku akan membicarakannya pada orang tua-ku dulu."
Sepanjang jalan Chanyeol dan Kai hanya membicarakan pertandingan yang akan segera digelarkan minggu depan. Sedangkan dua orang yang berdiri dibelakang mereka terus membicarakan soal fashion tanpa habis. Tentu saja orang tersebut Yae Rin dan Se Yeong. Tanpa mereka berdua sadari pun, mereka sudah berada di depan rumah Yae Rin.
"Se Yeong-ah, besok jadi 'kan?" tanya Yae Rin sebelum masuk ke dalam rumah.
"Of course. Aku ke rumahmu jam 12 ya." jawabnya.
"Geurae. See you tomorrow."
Setelah Yae Rin masuk ke dalam rumah, Chanyeol dan Kai pun sudah sampai di rumah Chanyeol. Dan Se Yeong pun berjalan sendiri menuju rumahnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

*1 Tahun Kemudian~*


-Yae Rin POV-

Hari ini adalah hari yang paling menegangkan. Karena ini adalah hari pertamaku menjadi mahasiswa di Kyunghee University. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu temanku yang lain. Se Yeong, Chanyeol dan Kai pun satu kampus denganku. Dan satu jurusan, mungkin ini hanya kebetulan saja. Aku pun langsung bertemu dengan Se Yeong yang sedang berbicara dengan seseorang, yang tentu saja aku tidak kenal.
"Se Yeong­-ah, annyeong." kataku yang menghampirinya.
"Annyeong, Yae Rin. Ah, kenalkan ini Jimin. Dia juga satu jurusan dengan kita." katanya sambil memperkenalkan temannya.
"Annyeong, Jimin imnida. Semoga kita bisa berteman." ucapnya ramah.
"Yae Rin imnida. Ne, semoga kita bisa berteman."
Kami bertiga pun berjalan menuju ruangan bersama. Bisa kulihat, isi ruangan ini lumayan ramai. Kami pun duduk di barisan ketiga dari depan. Tak lama kemudian, bisa kulihat Chanyeol dan Kai pun masuk, mereka pun duduk di belakang kami dan berkumpul dengan teman mereka. Tak lama, dosen yang akan mengajar sudah datang dan segera dimulai mata kuliah.

*SKIP TIME*

Aku dan Se Yeong berjalan mengikuti Park saem, karena aku dan Se Yeong sudah di percaya olehnya. Kami harus memberi jadwal untuk selama satu bulan ini, dan ini sangat berat. Karena aku sendiri begitu kenal dengan mahasiswa maupun mahasiswa lainnya. Tapi tak apa, aku masih bisa minta tolong kepada mahasiswa atau mahasiswi yang kukenal. Aku dan Se Yeong segera izin kepada Park saem, lalu kami pun segera pergi ke kantin untuk mengisi perut kami. Untung aku selesai kuliah jam 2 nanti, jadi aku bisa bersantai di rumah sebentar. Padahal ini baru hari pertama, tetapi kenapa selelah ini? Tapi biarlah.
"Yeongie, aku yang beli makanan atau kau saja?" tanyaku.
"Aku saja. Kau duduk saja di sini. Kau mau apa?"
"Hm, aku Ice Cappucino saja."
"Okay, tunggu ya."
Sambil menunggu Se Yeong, aku pun hanya memainkan games yang ada di ponselku. Aku yang terlalu sibuk dengan games, tidak sadar kalau di depanku sudah ada Chanyeol dan Kai yang membawa nampan dan menyapaku begitu aku melihat mereka. Aku kembali sibuk dengan games-ku, sampai tangan Chanyeol mengambil ponselku.
"Kau itu serius sekali. Games apa yang sedang kau mainkan, sehingga sibuk sekali?" tanya Chanyeol sambil melihat layar ponselku.
"YA! Sini kembalikan ponselku! Atau aku akan membuang makananmu ini." ancamku.
"Santai saja, ini ponselmu. Kau hanya main '2048' saja, sampai sibuk sendiri."
"Terserah aku dong. Aku tau kau 'best tile'-mu itu sudah 8192."
"Kalian ini, kalau bertemu pasti bertengkar kecil, setelah itu akur sendiri." ucap Kai yang sedang makan.
"Dia sendiri yang memulainya. Salahkan dia, dasar telinga alien!" ledekku.
"Diam kau, pendek!" balasnya.
"Sudahlah. Kalian ini bisa tidak untuk tidak bertengkar karena hal sepele ini?" ucap Se Yeong yang baru datang.
Kami berdua pun hanya diam, aku kembali sibuk dengan games-ku sambil meminum Ice Cappucino yang tadi kupesan dan Chanyeol pun kembali makan dengan tenang.

-Author POV-

Mata kuliah pun sudah berakhir. Setelah Yae Rin dan Se Yeong membagi jadwal kepada mahasiswa dan mahasiswi lainnya, mereka segera pulang. Saat hendak pulang, mereka berdua yang sedang asyik mengobrol, tiba-tiba Chanyeol memanggil Yae Rin.
"Yae Rin-ah!"
"Ada apa?" tanya Yae Rin.
"Hm, begini... Aku ingin pulang berdua dengan Se Yeong. Kalau kau mau pulang, aku bisa minta tolong Kai mengantarmu." jelasnya.
"Hm? Baiklah. Tidak usah minta tolong padanya, aku sudah di jemput oleh oppa-ku."
"Arasseo. Kami pergi dulu, annyeong." ucap Chanyeol yang langsung menarik tangan Se Yeong.
Yae Rin langsung pulang setelah melihat mobil kakaknya sudah ada di depan gerbang. Dia tidak langsung pulang, karena harus menemani kakaknya menjeput pacarnya. Selama perjalanan, Yae Rin hanya memikirkan hal yang menurutnya sedikit ganjal. Yaitu, tentang Chanyeol dan Se Yeong. 'Apa Chanyeol akan menyatakan cintanya kepada Se Yeong?' batin Yae Rin. Entah kenapa, dia merasa sedikit... cemburu? Tapi dia langsung hilangkan pikiran itu, dia kembali tersadar saat ponselnya bergetar di tangannya.


From : Chanyeol

YAE RIN!!!!
Akhirnya keinginanku terkabul...


Yae Rin tampak bingung awalnya saat Chanyeol mengirim pesan seperti itu. Tapi setelah dia cermati kembali kalimat itu, dia baru mengerti akan kalimat tersebut. Ada perasaan senang dan... sedih? Entahlah. 


To : Chanyeol

Apa?
Kalau kau sudah menjadi pacarnya Se Yeong?


Dia membalas pesan tersebut dan tak butuh waktu lama, Chanyeol sudah membalas pesannya. Benar dugaannya, kalau Chanyeol tadi mengajak Se Yeong, untuk menyatakan perasaannya pada Se Yeong. Entah kenapa, mood-nya menjadi turun setelah mengetahui Chanyeol dan Se Yeong sudah menjadi pasangan. Harusnya dia senang bukan? Karena keinginan Chanyeol sudah terkabul dari SMA. 'Apa benar aku cemburu dengan mereka?' batin Yae Rin dalam hati. 
Dia langsung tersadar dari pikirannya itu, dan segera turun dari mobil kakaknya begitu sampai di depan gerbang rumahnya. Dia langsung masuk ke dalam kamar dan merebahkan badannya ke kasur. Tanpa sadar dia sudah tertidur tanpa mengganti pakaiannya.

-Yae Rin POV-

Aku membuka mataku dan langsung duduk dari posisi tidurku. Aku langsung mengambil ponselku yang ada di tas. Aku melihat jam di ponselku, sudah jam 06.30. Dan aku melihat ada 2 pesan dan 2 misscall. Saat aku melihatnya, itu pesan dan misscall dari Se Yeong. Aku pun membuka pesannya, takut ada hal penting yang ingin dia beritahu.


From : Se Yeong

Yae Rin-ah...
Aku ingin memberitahumu sesuatu. Ini sangat penting.


From : Se Yeong

Mungkin kau sudah diberitahu Chanyeol tentang tadi sore.
Tapi ini lebih penting dari itu. Tolong angkat telponku.


Aku pun langsung menghubunginya kembali. Dan tak lama, dia langsung menjawabnya.
"Yeoboseyo?"
"Yeongie, apa yang ingin kau beritahu padaku?" tanyaku to the point.
"Sebenarnya.., aku menerima Chanyeol tadi, karena aku juga mencintainya, dan juga ada hal lain."
"Apa memangnya? Kau bisa menceritakannya padaku."
"A-aku mungkin hanya bisa bertahan beberapa lama saja..." ucapnya yang seperti menahan tangisnya.
"What do you mean? Aku tidak mengerti maksudmu"
"Aku... aku mengidap penyakit leukimia, Rin-ah..." ucapnya sambil menangis.
"Hahaha, kau pasti bercanda. Itu tidak mungkin 'kan?" ucapku yang menahan tangisanku.
"Aku tidak bercanda. Aku serius, Rin-ah... Aku mengidap leukimia stadium akhir."
"Apa kau ada di rumah? Aku akan kesana."
"Tidak, aku ada di rumah sakit. Akan aku kirim alamatnya."
Aku pun menutup telpon dan segera mengambil tas ku dan segera meminta Minseok oppa mengantar ke alamat rumah sakit yang baru di kirim oleh Se Yeong. Aku berusaha menahan tangisanku selama perjalanan ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, aku langsung turun dari mobil dan berjalan dengan lumayan cepat menuju kamar Se Yeong dirawat. Saat aku mengetuk pintu dan masuk ke dalam kamar, aku langsung berlari ke arah Se Yeong dan langsung memeluknya dan menangis. Dia juga menangis, kami larut dalam tangisan kami berdua.

Saat sudah merasa lebih baik, Se Yeong pun menceritakan kepadaku. Aku berusaha untuk tidak menangis, tetapi tetap saja menangis. 
"Kenapa kau baru memberitahuku sekarang?" tanyaku kecewa padanya.
"Aku tidak ingin membuat kau khawatir dengan keadaanku." jawabnya.
"Aku lebih khawatir lagi kalau kau sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan."
"Aku juga tidak ingin membuatmu dan yang lain merasa iba padaku."
Mungkin benar apa yang dia ucapkan, tapi tidak seharusnya dia begitu.
"Apa Chanyeol sudah mengetahuinya?" tanyaku lagi.
Dia hanya menggelengkan kepalanya, "Belum. Aku tidak ingin dia menjadi sakit hati setelah mengetahui hal ini."
"Dia akan lebih sakit hati lagi, jika dia mengetahuinya belakangan."
"Kumohon, jangan sampai dia mengetahuinya... Sampai aku sudah tidak ada nanti."
"Jangan berbicara seperti itu! Itu tidak akan terjadi! Tidak akan!" ucapku yang sedikit berteriak.

-Author POV-

Mereka kembali larut dalam tangisan. Yae Rin yang merasa sedikit tenang, hanya bisa menyemangati sahabatnya itu. Walaupun ada perasaan kecewa setelah dia memberitahu hal ini, tapi dia tetap sahabatnya. Yae Rin langsung pamit pulang, karena ada kuliah pagi. Se Yeong akan izin selama 2 hari kedepan karena harus dirawat. Yae Ring pun keluar dari kamar Se Yeong dengan lemas. Dia duduk di bangku yang ada di depan kamar rawat Se Yeong, dan kembali menangis lagi. Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya, dan dia menoleh ke arah tangan tersebut dan melihat orang tersebut. Ternyata itu Kai.
"Kau sedang apa disini?" tanya Kai
"Eh... A-ah tadi aku menemani kakakku." ucapnya sambil menghapus air mata.
"Hm? Tadi aku bertemu dengan kakakmu." ucapnya.
Yae Rin hanya diam, sepertinya susah sekali untuk berbohong. Entah kenapa ia kembali menangis, dan tiba-tiba saja Kai memeluknya. Entah kenapa ia menangis semakin kencang dan Kai mempererat pelukannya. 
"Kau bisa menceritakan padaku. Aku tidak akan memberitahu pada siapapun." ucapnya.
Ia pun menceritakan tentang Se Yeong kepadanya, awalnya Kai cukup terkejut saat mendengar cerita Yae Rin. Dia masih terus memeluk dan menenangkan Yae Rin. Saat Yae Rin mulai tenang, Kai langsung menghapus air mata Yae Rin. Yae Rin kembali melamun setelah itu. Dan tanpa dia ketahui, Kai langsung mencium bibirnya. Yae Rin hanya membulatkan matanya apa yang Kai lakukan sekarang. Dan dia hanya diam dan bingung akan pikirannya sekarang.

*TBC*