Jumat, 31 Oktober 2014

Just Knew It, That I Love You (Chapter 3)

Main Cast      : - Park Chan Yeol (EXO)
          - Kim Yae Rin (OC)
          - Lee Se Yeong (OC)
          - Kim Jong In (EXO)

Other cast       : You'll find it later

Ia pun menceritakan tentang Se Yeong kepadanya, awalnya Kai cukup terkejut saat mendengar cerita Yae Rin. Dia masih terus memeluk dan menenangkan Yae Rin. Saat Yae Rin mulai tenang, Kai langsung menghapus air mata Yae Rin. Yae Rin kembali melamun setelah itu. Dan tanpa dia ketahui, Kai langsung mencium bibirnya. Yae Rin hanya membulatkan matanya apa yang Kai lakukan sekarang. Setelah ciuman itu lepas, Yae Rin langsung melihat ke arah Kai.
"A-ah, m-mian. Aku tidak bermaksud-" ucap Kai.
"Gwaenchanha, anggap saja itu tidak pernah terjadi. Sebaiknya aku pulang, annyeong." ucapnya terburu-buru.
"Mau aku antar pulang?" tanya Kai.
"Tidak perlu, Minseok oppa sudah menunggu tadi." ucap Yae Rin
Dia langsung berjalan keluar rumah sakit dan masuk ke dalam mobil kakaknya. Kakaknya sempat khawatir melihat keadaanya sehabis menangis, tapi ia hanya bilang baik-baik saja. Dan mereka pun segera pulang, karena sudah larut malam.

-Yae Rin POV-

Hari ini aku merasa kesepian, karena Se Yeong tidak masuk. Ya, karena dia masih dirawat. Aku berjalan menuju kantin dan memesan minuman. Aku langsung mencari meja yang kosong dan segera duduk. Aku hanya meminum Ice Cappucino-ku sambil melihat ponselku. Se Yeong belum mengabariku hari ini. Seseorang langsung duduk dihadapanku. itu Chanyeol, disusul oleh Kai. Saat aku melihat Kai, kami sedikit canggung dengan kejadian semalam. Saat aku melamun memikirkan kejadian itu, aku langsung di kejutkan oleh Chanyeol yang mengelitiki pinggangku.
"YA! Apa-apaan kau ini?" bentakku.
"Habisnya, dari tadi dipanggil hanya diam saja. Se Yeong kemana?" tanya Chanyeol.
"Memang dia tidak bilang padamu?" tanyaku kembali.
"Tidak, dia tidak bilang apa-apa tadi pagi."
"Dia sedang sakit. Katanya hanya kelelahan saja." jawabku sekenanya.
"Jinjja? Kenapa dia tidak bilang padaku."
"Mungkin dia tidak mau kau khawatir, Yeol." kini Kai yang menjawab.
Kami bertiga terus mengobrol dan segera masuk ke kelas. Sepulang kuliah nanti kami berniat menjenguk Se Yeong.

Kami bertiga langsung berangkat ke Rumah Sakit, dan bisa kulihat kalau Chanyeol sangat khawatir dan tidak sabar untuk bertemu dengan Se Yeong. Sesampainya di kamar Se Yeong, dia sedang menonton televisi. Chanyeol langsung duduk disamping Se Yeong dan menanyakan berbagai macam pertanyaan. Sedangkan aku dan Kai, hanya menggelengkan kepala dengan melihat tingkahnya.
"Kau tidak apa-apa 'kan? Apakah kepalamu sakit? Dan kenapa kau tidak bilang padaku?" tanya Chanyeol.
"Aku tidak apa-apa. Kau tidak perlu khawatir, aku hanya kelelahan." jawab Se Yeong setenang mungkin.
"Kau yakin tidak apa-apa? Kenapa bisa masuk Rumah Sakit?"
"Iya, aku tidak apa-apa. Kemarin aku langsung dibawa kesini sama orang tuaku."
Aku melihat mereka terlihat mesra sekali. Entah kenapa ada rasa cemburu, atau mungkin karena aku belum memiliki pacar? Itu memang sudah nasib. Bosan dengan melihat kelakuannya, aku dan Kai duduk di sofa dan sibuk dengan urusan masing masing. Aku yang baru mengeluarkan ponselku dari tas, melihat pesan dari kakakku.


From: Minseok Oppa

Kau dimana?
Appa dan Eomma menyuruhmu pulang.
Ada hal penting yang ingin mereka beritahu.


"Yeol-ah, Yeongie-ah, aku pulang dulu. Tidak apa kan?" tanyaku.
"Tidak apa. Nanti malam kesini ya?" pinta Se Yeong.
"Ne, arasseo. Bye~"
Aku pun keluar kamar dan segera keluar dari gedung Rumah Sakit. Tiba-tiba saja seseorang memanggilku dari belakang.
"Rin-ah!"
"Hm, Kai. Ada apa?"
"Kau ingin pulang? Bareng denganku saja."
"Lalu, Chanyeol bagaimana?" tanyaku.
"Tadi dia bilang tidak apa-apa. Aku juga malas menunggunya."
"Oh, baiklah. Tapi kau tidak keberatan kan kalau aku bareng denganmu?"
"Of course not. Ayo kita pulang." ajaknya
Aku pun langsung mengikutinya dan masuk ke dalam mobil. Lalu dia segera mengantarkan aku pulang.

-Author POV-

Yae Rin segera turun dari mobil dan mengucapkan terima kasih pada Kai. Dia pun langsung masuk ke dalam rumah, menuju ruang tamu. Disana sudah ada kakaknya dan kedua orang tuanya.
"Ada apa?" tanya Yae Rin to the point.
"Hm, begini. Tempat kerja Appa, meminta kepadaku untuk melanjutkan pekerjaan ini di cabang yang lain."
"Maksudnya?" tanya Yae Rin kembali.
"Jadi apa akan menjadi CEO di cabang dari tempat kerja Appa."
"Wah, Chukkhaeyo, Appa. Tapi, tempatnya dimana?" tanya kakaknya.
"Kalian jangan kaget. Cabang tersebut ada di China." ucap Eomma-nya.
"Kenapa jauh sekali, lalu aku dan Minseok oppa bagaimana?" tanya Yae Rin.
"Kami sudah memutuskan, kalau Appa dan Eomma saja yang pindah. Kalian berdua tetap disini. Kami akan terus mengirim uang untuk kalian setiap bulan." kata Appa-nya
Yae Rin dan kakaknya pun hanya bisa setuju dengan hal tersebut. Mereka tidak mungkin ikut pindah, karena mengurus kepindahan sangat sulit. Apalagi pindah universitas.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

*3 tahun kemudian*

Tidak terasa, sudah tiga tahun berlalu. Dan sudah tiga tahun pula Yae Rin masih setia menemani Se Yeong yang sekarang dirawat di Rumah Sakit. Setelah Yae Rin mengetahui penyakit Se Yeong, dia terus menyembunyikan hal tersebut dari sahabatnya, Chanyeol. Tapi seiring berjalannya waktu, akhirnya Chanyeol mengetahui tentang penyakit Se Yeong. Setelah mengetahui hal itu, Chanyeol semakin protektif terhadap Se Yeong. Dan Yae Rin juga baru menyadari kalau dirinya mencintai Chanyeol. Setiap hari Yae Rin menyaksikan adegan romantis oleh kedua sahabatnya itu- Chanyeol dan Se Yeong -. Sudah 2 minggu lebih Se Yeong dirawat, menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit. Tetapi kondisi Se Yeong kian hari, makin menurun. Dokter sudah menyarankannya untuk dirawat di Rumah Sakit dan menjalani perawatan intensif. 

-Yae Rin POV-

Sudah 2 minggu lebih Se Yeong dirawat, tetapi kondisinya makin menurun. Aku hanya bisa berdoa pada Tuhan untuk kesahatan Se Yeong. Aku hanya berdua dengannya saat ini. Aku yang sedang menerima pesan, tiba-tiba saja Se Yeong langsung menepuk pundakku. Aku pun menolehkan kepalaku ke arahnya.
"Waegeuraeyo? Kau ingin sesuatu?" tanyaku.
"Yae Rin-ah~" panggilnya.
"Iya, ada apa?" sahutku.
"Bagaimana, jika aku sudah tidak ada disini lagi?"
"Itu lebih bagus, jadi kau bisa bebas dari kemoterapi lagi."
"Bukan itu maksudku, jika aku sudah tidak ada di dunia ini lagi, bagaimana?"
"Yeong-ah, jangan pernah bicara seperti itu..." ucapku sambil menggenggam tangannya.
"Aku mohon, Rin-ah... Jaga Chanyeol jika aku sudah tidak ada lagi..."
"Yeong-ah-"
"Tolong kau selalu berada disampingnya, merawatnya dan menjadi pendampingnya."
"Yeong-ah, itu tidak mungkin. Kau pasti sembuh, dan tidak mungkin aku menggantikan posisimu untuk Chanyeol."
Kami hanya bisa menangis. Entahlah, ucapan Se Yeong membuatku sangat sedih. Aku yakin kalau dia pasti bisa melawan penyakitnya, walaupun kemungkinannya sangat kecil. Tak lama kemudian, Chanyeol dan Kai masuk ke dalam kamar. Aku dan Se Yeong langsung menghapus air mata kami dan tersenyum ke arah mereka. Dan kami pun hanya mengobrol biasa, sambil bercanda dan seterusnya seperti itu hingga malam tiba. Aku pun pamit pulang kepadanya, dan dia juga harus istirahat.

*Ke esokan harinya*

Aku pun menjenguk Se Yeong lagi. Saat aku masuk ke dalam kamarnya, sudah ada kedua orang tuanya, Chanyeol dan dokter yang merawat Se Yeong. Muka mereka terlihat sedih. 'Ada apa dengan mereka?' batinku. Aku langsung menhampiri Chanyeol.
"Yeol-ah, ada apa?" tanyaku khawatir. Dia hanya terdiam.
"Kondisinya semakin memburuk. Kita hanya bisa berdoa, mungkin akan ada keajaiban dari Tuhan." kata dokter.
Se Yeong tidak sadarkan diri. Aku duduk disampingnya dan berdoa. Orang tua Se Yeong Chanyeol pun juga sama. Tak lama kemudian, Se Yeong kemudian sadar dan Ayah Se Yeong langsung memanggil dokter.
"Yeong­­-ah..." panggilku lirih.
"R-rin-ah..." ucapnya terbata-bata.
"Kau pasti bisa, Yeong-ah. Kau pasti bisa." ucapku dengan menahan tangisanku.
"To-tolong ja-jaga Chanyeol un-untuk ku..."
Dokter pun langsung datang dan memeriksa keadaannya. Se Yeong yang memandang kedua orang tuanya, Chanyeol dan diriku.
A-appa, Eomma... Kalian adalah orang tua yang paling hebat bagiku, walaupun kalian harus berpisah pada akhirnya... Terima kasih sudah merawatku selama ini..." lirihnya.
"Channie...  Kau adalah seseorang yang berarti bagiku, you're my happy virus... Terima kasih sudah menemaniku selama ini..."
"Dan kau Yae Rin... Kau adalah sahabatku yang paling kusayangi, kau yang terbaik... Terima kasih juga sudah menjadi sahabatku selama ini..."
"Terima kasih kalian semua, sudah ada waktu untukku selama ini..." ucapnya.
Dan seketika, dia menutup matanya dan tersenyum. Aku langsung menghampirinya.
"Yeong-ah, Yeong-ah..." panggilku berkali-kali. Dia tidak bangun.
"LEE SE YEONG! LEE SE YEONG!" aku pun berteriak.
Dokter pun memeriksanya kembali dan apa yang diucapkan oleh dokter membuatku menangis sejadi-jadinya. Aku pun langsung terjatuh di lantai dan hanya bisa menangis. Aku bisa mendengar kedua orang tua Se Yeong menangis, dan Chanyeol juga menangis.

*Seminggu kemudian*

Setelah seminggu kepergian Se Yeong yang sangat membuatku sedikit tertekan, tapi aku berusaha tegar. Dan aku sudah melakukan aktivitasku seperti dulu lagi. Dan yang kulihat dari seminggu ini, sifat Chanyeol lah yang paling berubah. Dia menjadi orang yang pendiam, tidak lagi menjadi happy virus yang biasa aku lihat. 'Apakah kau sebegitu cintanya pada Se Yeong?' batinku. Aku hari ini tidak ada jadwal kuliah, jadi aku bersantai di apartemenku. Apartemenku? Ya, aku memang tinggal di apartemen, hanya karena dekat dengan kampusku. Dan aku disini tinggal 2 tahun sebelumnya. Tak heran jika ada yang mencariku, selalu bertanya aku ada dirumah atau apartemen.
Sedikit melupakan tugas kuliahku dan kesedihanku, aku langsung menyalakan tv mencari acara yang bagus. Dan sialnya, tidak ada yang menarik dimataku. Tiba-tiba saja ponselku bergetar, aku pun melihat layar ponsel. 
'Kai is calling'
Aku pun segera menjawab telponnya.
"Yeoboseyo? Kenapa, Kai?" tanyaku langsung.
"Rin-ah, apa kau bisa membantuku?" tanya Kai kembali.
"Ada apa?"
"Tolong jemput aku dan Chanyeol di club yang dekat apartemenmu. Chanyeol mabuk berat."
"Baiklah aku akan ke sana.
Aku pun segera mengambil cardigan dan keluar dari apartemenku. Sesampainya di club yang dimaksdud Kai, aku pun masuk ke dalam dan mencari mereka. Dan bisa kulihat dari kejauhan, Kai berusaha memapah Chanyeol yang mabuk. Aku pun segera menghampiri mereka dan membantu memapah Chanyeol.
"Dari jam berapa dia disini?" tanyaku pada Kai.
"Satu jam yang lalu. Saat aku datang, dia sudah minum banyak." jawabnya.
Ya beginilah Chanyeol, semenjak Se Yeong meninggal, dia menjadi seperti ini. Seperti yang aku bilang, tidak ada lagi happy virus nya. Dia juga lebih sering mabuk-mabukan untuk menghilangkan stress nya. Aku pun membawanya ke apartemenku dan menidurkannya di kamar tamu. Kai langsung pamit pulang karena dia dicari oleh orang tuanya. Aku pun melihat keadaan Chanyeol yang sekarang lebih menyedihkan. Tanpa sadar aku pun menangis melihatnya. Menangisi karena keadaannya dan aku pun merasa sakit karena aku juga mencintainya. Tetapi, mau bagaimana lagi? Aku harus apa? Dia tidak akan pernah melihatku lebih dari seorang sahabat. Dia hanya mencintai Se Yeong.
'Haruskah kau sampai seperti ini? Kapan kau berubah menjadi happy virus kami yang dulu?' kataku dalam hati.

Senin, 07 Juli 2014

Just Knew It, That I Love You (Chapter 2)

Main Cast      :
                - Park Chan Yeol (EXO)
- Kim Yae Rin (OC)
- Lee Se Yeong (OC)
- Kim Jong In (EXO)

Other cast       : You'll find it later

-Author POV-

Mereka pun berjalan pulang berempat dengan kesibukan masing masing. Yae Rin dan Se Yeong sedang berbicara tentang fashion dan Chanyeol dengan Kai sedang membicarakan tentang pertandingan basket minggu depan.
Tanpa ada yang tau, Kai ada niatan tersendiri ikut pulang bersama dengan mereka bertiga. Karena dia ingin tahu tentang seseorang, yang sudah mencuri perhatiannya sejak makan siang di kantin tadi. Orang tersebut adalah...
"YA! Kkamjong, kau melamun ya?" tanya Chanyeol.
"Ah? A-Ani, aku sedang berpikir sejenak. Hehehe." jawab Kai.
"Hm, jinjja? Kau memikirkan siapa? Memikirkan Kim-"
"YA! Jaga mulutmu. Mau aku bongkar juga rahasiamu?" ucap Kai yang memotong perkataan Kai.
"Ne, arasseo. Aku akan diam. Jadi, kau ikut lomba minggu depan 'kan?"
"Mollayo, soalnya ada lomba dance juga minggu depan. Dan di hari yang sama."
"Hm, pikirkanlah baik-baik lagi. Tapi kalau memang tidak bisa, tidak apa. Masih ada si cadel itu." ucap Chanyeol.
"Oh Se Hun maksudmu? Mungkin aku akan membicarakannya pada orang tua-ku dulu."
Sepanjang jalan Chanyeol dan Kai hanya membicarakan pertandingan yang akan segera digelarkan minggu depan. Sedangkan dua orang yang berdiri dibelakang mereka terus membicarakan soal fashion tanpa habis. Tentu saja orang tersebut Yae Rin dan Se Yeong. Tanpa mereka berdua sadari pun, mereka sudah berada di depan rumah Yae Rin.
"Se Yeong-ah, besok jadi 'kan?" tanya Yae Rin sebelum masuk ke dalam rumah.
"Of course. Aku ke rumahmu jam 12 ya." jawabnya.
"Geurae. See you tomorrow."
Setelah Yae Rin masuk ke dalam rumah, Chanyeol dan Kai pun sudah sampai di rumah Chanyeol. Dan Se Yeong pun berjalan sendiri menuju rumahnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

*1 Tahun Kemudian~*


-Yae Rin POV-

Hari ini adalah hari yang paling menegangkan. Karena ini adalah hari pertamaku menjadi mahasiswa di Kyunghee University. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu temanku yang lain. Se Yeong, Chanyeol dan Kai pun satu kampus denganku. Dan satu jurusan, mungkin ini hanya kebetulan saja. Aku pun langsung bertemu dengan Se Yeong yang sedang berbicara dengan seseorang, yang tentu saja aku tidak kenal.
"Se Yeong­-ah, annyeong." kataku yang menghampirinya.
"Annyeong, Yae Rin. Ah, kenalkan ini Jimin. Dia juga satu jurusan dengan kita." katanya sambil memperkenalkan temannya.
"Annyeong, Jimin imnida. Semoga kita bisa berteman." ucapnya ramah.
"Yae Rin imnida. Ne, semoga kita bisa berteman."
Kami bertiga pun berjalan menuju ruangan bersama. Bisa kulihat, isi ruangan ini lumayan ramai. Kami pun duduk di barisan ketiga dari depan. Tak lama kemudian, bisa kulihat Chanyeol dan Kai pun masuk, mereka pun duduk di belakang kami dan berkumpul dengan teman mereka. Tak lama, dosen yang akan mengajar sudah datang dan segera dimulai mata kuliah.

*SKIP TIME*

Aku dan Se Yeong berjalan mengikuti Park saem, karena aku dan Se Yeong sudah di percaya olehnya. Kami harus memberi jadwal untuk selama satu bulan ini, dan ini sangat berat. Karena aku sendiri begitu kenal dengan mahasiswa maupun mahasiswa lainnya. Tapi tak apa, aku masih bisa minta tolong kepada mahasiswa atau mahasiswi yang kukenal. Aku dan Se Yeong segera izin kepada Park saem, lalu kami pun segera pergi ke kantin untuk mengisi perut kami. Untung aku selesai kuliah jam 2 nanti, jadi aku bisa bersantai di rumah sebentar. Padahal ini baru hari pertama, tetapi kenapa selelah ini? Tapi biarlah.
"Yeongie, aku yang beli makanan atau kau saja?" tanyaku.
"Aku saja. Kau duduk saja di sini. Kau mau apa?"
"Hm, aku Ice Cappucino saja."
"Okay, tunggu ya."
Sambil menunggu Se Yeong, aku pun hanya memainkan games yang ada di ponselku. Aku yang terlalu sibuk dengan games, tidak sadar kalau di depanku sudah ada Chanyeol dan Kai yang membawa nampan dan menyapaku begitu aku melihat mereka. Aku kembali sibuk dengan games-ku, sampai tangan Chanyeol mengambil ponselku.
"Kau itu serius sekali. Games apa yang sedang kau mainkan, sehingga sibuk sekali?" tanya Chanyeol sambil melihat layar ponselku.
"YA! Sini kembalikan ponselku! Atau aku akan membuang makananmu ini." ancamku.
"Santai saja, ini ponselmu. Kau hanya main '2048' saja, sampai sibuk sendiri."
"Terserah aku dong. Aku tau kau 'best tile'-mu itu sudah 8192."
"Kalian ini, kalau bertemu pasti bertengkar kecil, setelah itu akur sendiri." ucap Kai yang sedang makan.
"Dia sendiri yang memulainya. Salahkan dia, dasar telinga alien!" ledekku.
"Diam kau, pendek!" balasnya.
"Sudahlah. Kalian ini bisa tidak untuk tidak bertengkar karena hal sepele ini?" ucap Se Yeong yang baru datang.
Kami berdua pun hanya diam, aku kembali sibuk dengan games-ku sambil meminum Ice Cappucino yang tadi kupesan dan Chanyeol pun kembali makan dengan tenang.

-Author POV-

Mata kuliah pun sudah berakhir. Setelah Yae Rin dan Se Yeong membagi jadwal kepada mahasiswa dan mahasiswi lainnya, mereka segera pulang. Saat hendak pulang, mereka berdua yang sedang asyik mengobrol, tiba-tiba Chanyeol memanggil Yae Rin.
"Yae Rin-ah!"
"Ada apa?" tanya Yae Rin.
"Hm, begini... Aku ingin pulang berdua dengan Se Yeong. Kalau kau mau pulang, aku bisa minta tolong Kai mengantarmu." jelasnya.
"Hm? Baiklah. Tidak usah minta tolong padanya, aku sudah di jemput oleh oppa-ku."
"Arasseo. Kami pergi dulu, annyeong." ucap Chanyeol yang langsung menarik tangan Se Yeong.
Yae Rin langsung pulang setelah melihat mobil kakaknya sudah ada di depan gerbang. Dia tidak langsung pulang, karena harus menemani kakaknya menjeput pacarnya. Selama perjalanan, Yae Rin hanya memikirkan hal yang menurutnya sedikit ganjal. Yaitu, tentang Chanyeol dan Se Yeong. 'Apa Chanyeol akan menyatakan cintanya kepada Se Yeong?' batin Yae Rin. Entah kenapa, dia merasa sedikit... cemburu? Tapi dia langsung hilangkan pikiran itu, dia kembali tersadar saat ponselnya bergetar di tangannya.


From : Chanyeol

YAE RIN!!!!
Akhirnya keinginanku terkabul...


Yae Rin tampak bingung awalnya saat Chanyeol mengirim pesan seperti itu. Tapi setelah dia cermati kembali kalimat itu, dia baru mengerti akan kalimat tersebut. Ada perasaan senang dan... sedih? Entahlah. 


To : Chanyeol

Apa?
Kalau kau sudah menjadi pacarnya Se Yeong?


Dia membalas pesan tersebut dan tak butuh waktu lama, Chanyeol sudah membalas pesannya. Benar dugaannya, kalau Chanyeol tadi mengajak Se Yeong, untuk menyatakan perasaannya pada Se Yeong. Entah kenapa, mood-nya menjadi turun setelah mengetahui Chanyeol dan Se Yeong sudah menjadi pasangan. Harusnya dia senang bukan? Karena keinginan Chanyeol sudah terkabul dari SMA. 'Apa benar aku cemburu dengan mereka?' batin Yae Rin dalam hati. 
Dia langsung tersadar dari pikirannya itu, dan segera turun dari mobil kakaknya begitu sampai di depan gerbang rumahnya. Dia langsung masuk ke dalam kamar dan merebahkan badannya ke kasur. Tanpa sadar dia sudah tertidur tanpa mengganti pakaiannya.

-Yae Rin POV-

Aku membuka mataku dan langsung duduk dari posisi tidurku. Aku langsung mengambil ponselku yang ada di tas. Aku melihat jam di ponselku, sudah jam 06.30. Dan aku melihat ada 2 pesan dan 2 misscall. Saat aku melihatnya, itu pesan dan misscall dari Se Yeong. Aku pun membuka pesannya, takut ada hal penting yang ingin dia beritahu.


From : Se Yeong

Yae Rin-ah...
Aku ingin memberitahumu sesuatu. Ini sangat penting.


From : Se Yeong

Mungkin kau sudah diberitahu Chanyeol tentang tadi sore.
Tapi ini lebih penting dari itu. Tolong angkat telponku.


Aku pun langsung menghubunginya kembali. Dan tak lama, dia langsung menjawabnya.
"Yeoboseyo?"
"Yeongie, apa yang ingin kau beritahu padaku?" tanyaku to the point.
"Sebenarnya.., aku menerima Chanyeol tadi, karena aku juga mencintainya, dan juga ada hal lain."
"Apa memangnya? Kau bisa menceritakannya padaku."
"A-aku mungkin hanya bisa bertahan beberapa lama saja..." ucapnya yang seperti menahan tangisnya.
"What do you mean? Aku tidak mengerti maksudmu"
"Aku... aku mengidap penyakit leukimia, Rin-ah..." ucapnya sambil menangis.
"Hahaha, kau pasti bercanda. Itu tidak mungkin 'kan?" ucapku yang menahan tangisanku.
"Aku tidak bercanda. Aku serius, Rin-ah... Aku mengidap leukimia stadium akhir."
"Apa kau ada di rumah? Aku akan kesana."
"Tidak, aku ada di rumah sakit. Akan aku kirim alamatnya."
Aku pun menutup telpon dan segera mengambil tas ku dan segera meminta Minseok oppa mengantar ke alamat rumah sakit yang baru di kirim oleh Se Yeong. Aku berusaha menahan tangisanku selama perjalanan ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, aku langsung turun dari mobil dan berjalan dengan lumayan cepat menuju kamar Se Yeong dirawat. Saat aku mengetuk pintu dan masuk ke dalam kamar, aku langsung berlari ke arah Se Yeong dan langsung memeluknya dan menangis. Dia juga menangis, kami larut dalam tangisan kami berdua.

Saat sudah merasa lebih baik, Se Yeong pun menceritakan kepadaku. Aku berusaha untuk tidak menangis, tetapi tetap saja menangis. 
"Kenapa kau baru memberitahuku sekarang?" tanyaku kecewa padanya.
"Aku tidak ingin membuat kau khawatir dengan keadaanku." jawabnya.
"Aku lebih khawatir lagi kalau kau sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan."
"Aku juga tidak ingin membuatmu dan yang lain merasa iba padaku."
Mungkin benar apa yang dia ucapkan, tapi tidak seharusnya dia begitu.
"Apa Chanyeol sudah mengetahuinya?" tanyaku lagi.
Dia hanya menggelengkan kepalanya, "Belum. Aku tidak ingin dia menjadi sakit hati setelah mengetahui hal ini."
"Dia akan lebih sakit hati lagi, jika dia mengetahuinya belakangan."
"Kumohon, jangan sampai dia mengetahuinya... Sampai aku sudah tidak ada nanti."
"Jangan berbicara seperti itu! Itu tidak akan terjadi! Tidak akan!" ucapku yang sedikit berteriak.

-Author POV-

Mereka kembali larut dalam tangisan. Yae Rin yang merasa sedikit tenang, hanya bisa menyemangati sahabatnya itu. Walaupun ada perasaan kecewa setelah dia memberitahu hal ini, tapi dia tetap sahabatnya. Yae Rin langsung pamit pulang, karena ada kuliah pagi. Se Yeong akan izin selama 2 hari kedepan karena harus dirawat. Yae Ring pun keluar dari kamar Se Yeong dengan lemas. Dia duduk di bangku yang ada di depan kamar rawat Se Yeong, dan kembali menangis lagi. Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya, dan dia menoleh ke arah tangan tersebut dan melihat orang tersebut. Ternyata itu Kai.
"Kau sedang apa disini?" tanya Kai
"Eh... A-ah tadi aku menemani kakakku." ucapnya sambil menghapus air mata.
"Hm? Tadi aku bertemu dengan kakakmu." ucapnya.
Yae Rin hanya diam, sepertinya susah sekali untuk berbohong. Entah kenapa ia kembali menangis, dan tiba-tiba saja Kai memeluknya. Entah kenapa ia menangis semakin kencang dan Kai mempererat pelukannya. 
"Kau bisa menceritakan padaku. Aku tidak akan memberitahu pada siapapun." ucapnya.
Ia pun menceritakan tentang Se Yeong kepadanya, awalnya Kai cukup terkejut saat mendengar cerita Yae Rin. Dia masih terus memeluk dan menenangkan Yae Rin. Saat Yae Rin mulai tenang, Kai langsung menghapus air mata Yae Rin. Yae Rin kembali melamun setelah itu. Dan tanpa dia ketahui, Kai langsung mencium bibirnya. Yae Rin hanya membulatkan matanya apa yang Kai lakukan sekarang. Dan dia hanya diam dan bingung akan pikirannya sekarang.

*TBC*

Sabtu, 21 Juni 2014

Just Knew It, That I Love You (Chapter 1)

Main Cast      : - Park Chan Yeol (EXO)
- Kim Yae Rin (OC)
- Lee Se Yeong (OC)
- Kim Jong In (EXO)

Other cast       : You'll find it later.

-Yae Rin POV-

Pagi yang cerah. Malas untuk pergi pagi ini. Tapi aku harus bangun pagi untuk pergi ke sekolah. Setelah aku siap untuk ke sekolah, aku pun turun ke bawah menemui kedua orang tuaku dan kakakku yang sedang sarapan.
"Pagi, Eomma, Appa, Oppa!" sapaku.
"Pagi juga, putriku tersayang." ucap Appa sambil mencium dahiku seperti biasanya.
"Pagi. Cepat makan sarapanmu, nanti Oppa yang mengantarmu ke sekolah." ucap Oppa ku.
"Tumben sekali, Min Seok oppa mau mengantarku." tanyaku heran sambil memakan rotiku.
"Aku ada kuliah pagi, jadi sekalian saja aku antar."
"Hm, arasseo."
Selesai sarapan, aku pun pamit kepada orang tuaku dan langsung berangkat dengan Min Seok oppa.

Ah, iya. Aku lupa memperkenalkan diri, aku Kim Yae Rin. Murid kelas 2 SMA di School Of Art Performing. Dan yang sedang mengantarkanku ini, bernama Kim Min Seok, atau di panggil Xiumin oleh temannya. Entah mengapa temannya memanggil seperti itu. 
Setelah sampai di depan gerbang sekolahku, aku pun turun dari mobil kakakku dan masuk ke dalam gedung sekolah. Seperti yang aku lihat, koridor sekolah masih sedikit sepi. Tiba-tiba aku mendengar ada meneriaki namaku.
"KIM YAE RIIIIN!!" teriaknya sambil berlari. Dan aku pun menoleh ke arahnya.
"Oh, Chanyeol-ah. Waegeurae?" tanyaku saat dia ada di sampingku.
"Kau sudah mengerjakan tugas dari Lee saem?" tanyanya sambil mengatur nafasnya.
"Sudah, wae? Kau mau menyalin lagi?" tanyaku.
"Tentu saja. Kau memang sahabatku yang paling baik." ucapnya yang ke girangan.
"Iya, iya, aku sudah sering mendengarnya darimu. Ayo kita ke kelas." ajakku.
Setelah sampai ke kelas, aku pun duduk di bangku ku yang berada dua barisan dari belakang di yang dekat dengan jendela. Dan Chanyeol duduk di belakangku. Oh ya, aku lupa memperkenalkan Chanyeol. Dia adalah Park Chanyeol, sahabatku dari kecil. Ya, kami memang selalu dekat dari dulu. Selain Chanyeol itu tetanggaku, dia juga temanku sejak kecil hingga sekarang. Lama sekali bukan? Aku sendiri bingung punya sahabat seperti dia. Aku pun memberi buku yang di minta Chanyeol, dia pun langsung mengambil dan mencatatnya dengan cepat. Jangan di tiru ya sifatnya.

Tak lama kemudian, bel masuk pun berbunyi. Dan pelajaran Lee saem pun segera di mulai. Tapi, Lee saem mengajak seorang murid baru ke dalam kelas.
"Selamat Pagi, semuanya." ucap Lee saem.
"Pagi, seonsaengnim." ucap kami semua.
"Sekarang, saya perkenalkan teman baru kalian. Silahkan perkenalkan dirimu." kata Lee saem.
"Annyeonghaseyo. Naneun Lee Se Yeong imnida. Bangapta, chingu-ya." ucap murid itu.
"Nah, sekarang kau boleh duduk di samping Kim Yae Rin." ucap Lee saem yang menunjuk bangkuku.
Dia pun menaruh tasnya dan langsung ku sapa, "Annyeong. Kim Yae Rin imnida. Kau bisa memanggilku Yae Rin."
"Ne. Lee Se Yeong imnida. Kau bisa memanggilku Se Yeong."
Setelah itu, kami pun memperhatikan pelajaran dari Lee saem.

-Author POV-

Bel istirahat pun berbunyi kencang dan murid yang ada di dalam kelas, langsung berhamburan keluar. Yae Rin pun mengajak Se Young untuk ke kantin bersama. Setelah mereka dari kantin, Yae Rin mengajaknya untuk berkeliling gedung sekolah sampai bel masuk pun berbunyi. Mereka pun masuk ke dalam kelas dan memulai pelajaran.
"Se Yeong-ah, nanti sepulang sekolah kau mau tidak mengerjakan tugas di rumahku?" tanya Yae Rin.
"Hm, boleh juga. Aku juga bosan kalau mengerjakan tugas sendirian. Baiklah, aku mau." jawab Se Yong.

Bel pulang pun berbunyi, semua murid membereskan buku mereka, lalu ada yang melakukan kegiatan ekstrakurikuler atau pun langsung pulang ke rumah mereka. Yae Rin dan Se Yeong pun berjalan menuju rumah Yae Rin. Rumah Yae Rin tidak terlalu jauh dari sekolah. Dan ternyata rumah Se Yeong pun satu arah dengan rumah Yae Rin. Sampai di rumahnya, mereka pun langsung masuk ke kamar Yae Rin dan mengerjakan tugas yang di berikan Lee seonsaengnim. Seseorang mengetuk pintu kamarnya, yang ternyata itu adalah Chanyeol.
"Chanyeol-ah. Sedang apa kau di sini?" tanya Yae Rin heran.
"Kalian berdua sedang mengerjakan tugas Lee saem kan?" tanya Chanyeol balik.
"Iya, wae? Kau kesini untuk mengerjakan bersama kami atau ingin menyontek?" ucap Yae Rin langsung.
"Tentu saja mengerjakan bersama. Tadi aku menyontek karena kemarin aku sibuk sekali. Boleh kan aku ikut bergabung?" pintanya.
"Yasudah." kata Yae Rin yang membiarkan Chanyeol masuk ke kamarnya.
Mereka bertiga pun akhirnya mengerjakan tugas dari Lee saem. Yaitu, soal Matematika yang lumayan rumit untuk di kerjakan. Mereka baru selesai setelah mengerjakannya selama 1 jam lebih. Setelah Se Yeong dan Chanyeol pulang, dia pun kembali membereskan kamarnya akibat Chanyeol yang membuat kamarnya jadi berantakan. Dan dia pun menyiapkan untuk besok dia sekolah.

-Chanyeol POV-

Tidak seperti biasa, aku datang ke sekolah di pagi hari. Saat masuk kelas, hanya ada aku dan murid baru itu, Se Yeong. Ya, lumayan aku mengenalnya, anaknya lumayan menyenangkan, pintar, baik dan cantik. Bisa di bilang, aku menyukainya semenjak dia baru masuk di sekolah ini. Baru saja aku duduk, dia sepertinya sedang asyik mendengarkan musik. Aku pun menepuk pundaknya pelan, dan dia sedikit terkejut lalu menoleh ke arahku. Apa dia habis... menangis?
"Se Yeong-ah, apa kau-" pertanyaanku langsung saja di potong olehnya.
"Ah, Chanyeol-ah. Tumben kau datang pagi, kata Yae Rin biasanya kau datang 5 menit sebelum bel." ucapnya yang di buat ceria olehnya.
"Hm? Hehe, mungkin aku datang sedikit lebih pagi. Apa Yae Rin menceritakan semuanya kepadamu?"
"Eo. Semuanya dari awal kalian berteman sampai sekarang."
'Hah, anak itu... kenapa dia menceritakan semuanya?' batinku.
"Hehe, kenapa? Sepertinya kau cemas sekali."
"Aniya, oh iya. Kenapa kau pindahan darimana?" tanyaku.
"Aku pindahan dari Mokpo. Aku pindah karena ikut Appa-ku." jelasnya.
"Appa? Apakah orang tuamu..."
"Ya, mereka bercerai sebulan yang lalu. Dan aku ikut Appa sedangkan adikku ikut Eomma."
"Ah, mian. Aku tidak bermaksud..."
"Hahaha, aniya. Nan gwaenchanha, aku sudah bisa menerimanya." katanya sambil tersenyum.
Baru kali ini ada anak yang seperti dia, menerima kenyataan pahit seperti itu. Mungkin ada orang lain yang mengalami seperti dirinya, tetapi tidak seperti Se Yeong. Aku kagum pada dirinya, dan mungkin semakin... menyukainya. 

Tak terasa sudah mendekati jam masuk, dan bisa kulihat kalau Yae Rin yang  baru saja datang dengan wajah yang cemberut. Sungguh ingin sekali aku mencubit pipinya karena tingkahnya itu. Langsung saja aku menghampirinya dan duduk di mejanya.
"Neo waegeurae?" tanyaku.
"Minseok oppa tadi jahat sekali padaku. Aku disuruh naik bus tadi, dan dia tidak mau mengantarku karena dia mau menjemput pacarnya." jawabnya jutek.
"Lalu? Kenapa kau marah?"
"Ah sudahlah, aku tidak ingin membahasnya. Pergi kau." usirnya sambil menutup wajahnya dengan kedua tanganya.
Aku pun pergi dari hadapannya, takut semakin 'mengamuk' kalau aku jahil kepadanya dan kebetulan sudah bel masuk. Dan tak lama kemudian Kim saem pun sudah masuk, pelajaran pun dimulai.

*SKIP TIME*

-Author POV-

Saatnya istirahat, semua murid pun berhamburan keluar kelas dan pergi ke kantin. Yae Rin dengan Se Yeong berjalan menuju kantin segera membeli makanan lalu duduk bersama Chanyeol yang sudah di kantin duluan. Mereka pun makan dengan canda gurau yang dilontarkan oleh Chanyeol. Tiba-tiba seseorang menepuk pundak Chanyeol, dan dia pun menoleh ke belakangnya.
"Boleh aku duduk sini?" tanya orang tersebut.
"Tentu saja boleh, Kkamjong." ucap Chanyeol.
"Kenalkan, ini Kim Jong In atau bisa dipanggil Kai. Tapi lebih pantas Kkamjong." jelas Chanyeol.
"Nah, yang di depan kau ini Kim Yae Rin dan di sampingnya Lee Se Yeong." lanjutnya.
Mereka pun makan bersama dan masih tetap bercanda gurau seperti sebelumnya. Sampai bel masuk pun berbunyi, dan murid murid yang masih berkeliaran pun segera masuk ke dalam kelas masing masing dan memulai pelajarannya.

*SKIP TIME*

KRIIING!! KRIIING!! KRIIING!! 

Bel pulang pun sudah berbunyi dan semua murid pun segera membereskan buku mereka, lalu berhambur keluar karena segera ingin pulang. Dan saat Yae Rin hendak pulang, Chanyeol pun menghampirinya.
"Yae Rin-ah, nanti aku ingin latihan basket sebentar. Kau mau ikut atau tidak?" tanya Chanyeol.
"Hm, Se Yeong-ah, kau juga mau ikut tidak?" dan Yae Rin pun bertanya pada Se Yeong.
"Boleh. Tapi kau ikutkan Yae Rin?"
"Tentu saja. Ayo, Chanyeol-ah." Yae Rin pun langsung menarik tangan kedua sahabatnya itu.
Sesampainya di lapangan basket, Yae Rin dan Se Yeong duduk di bangku penonton dan Chanyeol pun segera latihan. Bisa dilihat kelihaian seorang Chanyeol bermain basket. 
Mereka pun segera pulang setelah itu. Dan mereka pulang bertiga, namun tiba-tiba saja Kai memanggil Chanyeol.
"Chanyeol-ah, aku main ke rumahmu ya? Aku bosan dirumah sendirian."
"Baiklah. Ppalliwa." ajaknya.
Mereka pun berjalan pulang berempat dengan kesibukan masing masing. Yae Rin dan Se Yeong sedang berbicara tentang fashion dan Chanyeol dengan Kai sedang membicarakan tentang pertandingan basket minggu depan.
Tanpa ada yang tau, Kai ada niatan tersendiri ikut pulang bersama dengan mereka bertiga. Karena dia ingin tahu tentang seseorang, yang sudah mencuri perhatiannya sejak makan siang di kantin tadi. Orang tersebut adalah...

*TBC*

Sabtu, 15 Oktober 2011

Lirik lagu Boyfriend: Don't Touch My Girl


You’re my lady
You’re my lady
You’re my lady…with you

jageunge mwo eottae jjarbeumyeon eottae
gwaenchanha gwaenchanha kkotbodan neoya
yeppeuda yeppeuda namdeul boda
songnunsseopdo gilgo ttongbaedo gwiyeowo

yeppeuda hani yeppeo jyeonnabwa
gwaenchanta hani baram nannabwa
daga anya Ha!
kkeutnan ge anya Ha!
heeojin ge aniya

Hey yo, an doeneunge ttak hana isseo
mot chamneunge ttak hana isseo
neojanha aljanha tumyeonghan
nae yeoja son daeji ma

naman naman naman bodeon your eyes
songnunsseobe ppajyeo beorin your man
oneun gil aljanha na yeogiisseo

(You’re my lady)
Tic Toc uriui siganeun meomchugo go go
(You’re my lady)
talk talk dan han madiman deo deo
(You’re my lady.. with you)

wollae eopdeon geotcheoreom
gwaenchanheun geotcheoreom
geureoke nan jinael su eobseo No No No

utginda hani jangnan chinabwa
jalhanda hani nollaekina bwa
jaemi eobseo Ha!
gamdongdo eobseo Ha!
ireoneun geo aniya

Hey yo, an doeneunge ttak hana isseo
mot chamneunge ttak hana isseo
neojanha aljanha tumyeonghan
nae yeoja son daeji ma

naman naman naman bodeon your eyes
songnunsseobe ppajyeo beorin your man
oneun gil aljanha na yeogiisseo

nege ippeun geojitmaldeulman neureonwatdeoni
geojitmalcheoreom neon sarajyeotjanha (You are mygirl)
geuriume tto harureul jikyeo
niga oneun geu nalkkaji beotyeo
pyeonhi oge hae jugo sipeo

Hey yo, byeol il eomneun cheok hago isseo
byeonham eomneun cheok hago isseo
olgeora mitjanha nugudo
nae yeoja son daeji ma

naman naman naman bodeon your eyes
songnunsseobe ppajyeo beorin your man
oneun gil aljanha na yeogiisseo

She’s a liar an tteonanda haetjanhayo
johatdeon geotdeulman nan gieongnayo waeyo
geudaen eodingayo nan yeogi itjanhayo
tteonaji mayo eotteoke haeya sal
su innayo

gaji mayo nal apeuge haji mayo
gaseumi apa wa beotil suga eobtjanhayo
geojitmal irago jangnan ieotdago
ppalli malhaeyo.. jebal



Minggu, 09 Oktober 2011

Lirik lagu Block B : Tell Them



Boys and Girls
It’s the B.B
Don’t fool yourself
I got your back
you must up!
BLOCK is bang
mugeoun nunkeopul tte
Move up jeulgyeodudwae
trouble make eoreumttaeng!

wae jakku geobeullae
ireoke saldagagin heomuhae
ttak hanmadirado ppeonggeutae
haksaengnyangban chaek deopeullae?

moyeo moyeo yeogiro moyeo
dollyeo dollyeo meorireul dollyeo
[bakgyeong]
ppeonhan seungbuga jillimyeon banchikhae
sseuninsaeng? choedaehan masitge

jeongjeogeun uriui yeokjeok geokjeong
jobasim haneure deonjyeo Jump up!

Hey geogiseomwohae
geumansumeo man jeongmal eojjeollae (eo~!eo,eo~!eo)

ije nalgaereul pyeolttae
ppittureojyeobwa oneulmankeumman
ssahingeotdeul da teoreonae teoreonae

oechyeo deo keuge mogi swilttaekkaji
michyeo oneulbami kkeuchingeot gachi
eoseo gaseojeonhae chingudeulhante jeonhae oeoeo
uriga watdago

nawa saejanganeseo
bareul dongdonggullyeo badage
dallyeoge sutjadeureul ppalgake
baldaneseo jeoljeonge dadake
eonjekkaji deungdolligo byeogedadaego hasoyeon
halkkeoya ekseuteura insaeng jalhaebwatja joyeon
It’s exciting just do ya thing
ttaeneun jigeuminikka sumgyeodun kkireul seonboyeo

moyeo moyeo yeogiro moyeo
dollyeo dollyeo meorireul dollyeo

oneulmankeum (deolleongdeolleong)
ppittakhage (kkeolleongkkeolleong)
moksorineun (jjeoreongjjeoreong)
5.4.3.2.1 out~!!!

Hey geogiseomwohae
geumansumeo man jeongmal eojjeollae (eo~!eo,eo~!eo)

ije nalgaereul pyeolttae
ppittureojyeobwa oneulmankeumman
ssahingeotdeul da teoreonae teoreonae

oechyeo deo keuge mogi swilttaekkaji
michyeo oneulbami kkeuchingeot gachi
eoseo gaseojeonhae chingudeulhante jeonhae oeoeo
uriga watdago

nun kkamjjakhalsae harugagage
jeonbu hanadwae noldaga bamsae
nagara bakke gogaereul kkattakhae
Go!Go!Go! go head a Rock’em x2
nunkkamjjakhalsae haruga gage
jeonbu hanadwae noldaga bamsae

nagara bakke gogaereul kkattakhae
Go!Go!Go! go head a Rock’em x2

Hey geogiseomwohae
geumansumeo man jeongmal eojjeollae (eo~!eo,eo~!eo)

ije nalgaereul pyeolttae
ppittureojyeobwa oneulmankeumman
ssahingeotdeul da teoreonae teoreonae

oechyeo deo keuge mogi swilttaekkaji
michyeo oneulbami kkeuchingeot gachi
eoseo gaseojeonhae chingudeulhante jeonhae oeoeo
uriga watdago

gaseo jeonhae yakhan moseubeul beorigo
urbody jumping kkumulgeoriji mallago
gaseo jeonhae hanbeon budichyeobojago
ur jumping jumping

you must up!

Lirik lagu f(x) ft. Super Junior : Oops!!

so ladies, i know y'all feel me. them boys are always be bluffin'
tryin' to feel like they're the man. trying to be in control
thinkin' they're always right. but they just don't get it

bbeongeul chyeodo yubun suji yaejom boge (uh huh)
nuga jaene heo pungdeul jom maga bollae (uh oh)
tto shijaki ne ibman yeolmyeon makmu ganae (huh! )
(stop it) oops! oops! (they're sayin') oops! oops!

ja, deureo gab nida baksu hanbeon juseyo
nuga mworae do, biju eori god, sang we kwon il pereu no.1 igo
kkoripyo cheoreom dalgo saneun bijueol gasu, tv nawatda hamyeon sonyeo deureun
bonbang sasu bogo itna? choi siwon

haruman ttak, haruman jal, saenggyeot dan yaegi deudgo shipeo
maennal mannael, jal saenggyeosseu nikka
eolgullo meokgo sandan daet geureun dal jima
waemo e garyeo jin gachangryeok (oh yeah)
eolgul maneuro mureupeul kkulh ge harira

bbeongeul chyeodo yubun suji yaejom boge (oops! )
nuga jaene heo pungdeul jom maga bollae (so what?)
tto shijaki ne ibman yeolmyeon makmu ganae
(stop it) oops! oops! (they're sayin') oops! oops!

jakku heossori haji malgo, ki julge na gaseo chana bae wa
naega taneun chaneun ni deuri bureo wo haneun super car
uri jibeun las vegas, l.a., hollywood
hawaii, maldive, dubai kkaji do bi haenggi eobshi do watda gatda

iyu ga mwolkka, nae chaneun haneureul nara ga fly to the sky
sae chaga neujeo jyeo chareul sa, card chung jeoni andwe seo chareul sa
geunyang maksa maksa nae chaneun ni deuri eureu reong haneun eureu reong cha
valet parking butakhae yo, hey~! mr. simple

(oops boy) heo useum man na oh ne
(oops boy) pinocchio na sheot ne
(oops boy) i namja deul heo punge, oh yeah

navigation deulgo deureo wa neon pilyo hal geoya
uri jiben mia chatgi poster do itdan da
park jisung i watna bwa nan badji chuk gureseun
igeon gongryong gajuk jamba ya eoryeobge guhaesseum

banggeum jina gan geoseun nae ae wonyong chita ji
gaen "shijeo" rago hae uri eomma ye chimpanzee
do you like coffee? ttarawa boyeo julge nae nongjang
americano saemmul eseo peo ga mok mareumyeon

oops! oops! oops!

hey! geogi mul gogi nae iyagi hanbeon deureo bollae?
naega malhamyeon nae maldaero sesangi modu byeonhae saero
il deo hagi, ireun sam, il baegi ireun baek ini baek ini
heukineuro byeon hago, heukini hwangineuro byeon hani

injong cha byeoreun (shilheo shilheo) jungryeok ye beonb chigeul geoseulleo
daeryuki dongsereul malhani on segye ga han ttangi dwena ni
nae mareun god jinri yo on sesang ye geu beonbi yo
naega baro sonyeo deul ye daetong ryeong leeteuk!

oops!

bbeongeul chyeodo yubun suji yaejom boge
nuga jaene heo pungdeul jom maga bollae
tto shijaki ne ibman yeolmyeon makmu ganae
(stop it) oops! oops! (they're sayin') oops! oops!

(heenim 2 years gatda olge)
uju daeseuta ye heose heopung bbeong shijak
naman han pinocchio jeoldae eobseul geol jinjja
nan bichi na waemo, kkochi na maehok, jeogin nae ja tae
yeoja eolgeureun anbwa naega deo naa, bamsae ullineun naye jeonhwa

wolsugeum niga nae yeoja, hwamok to jaega nae yeoja, oppa nado teryeo ga
ilyo il o.k.? geurae arasseo, neon nae taibin geullae meoreoseu
mae dallineun aen pat bbang jaem eobtji
nan seong gyeogeun sopung galttae do shirak kkok ssa gaji
(hyungeun bbeong ani janha)

bbeongeul chyeodo yubun suji yaejom boge
nuga jaene heo pungdeul jom maga bollae
tto shijaki ne ibman yeolmyeon makmu ganae
(stop it) oops! oops! (they're sayin') oops! oops!
(stop it) oops! oops! (they're sayin') oops! oops!

oops! oops! oops!

Sabtu, 10 September 2011

Lirik lagu f(x) ft. SHINee: Lollipop


Dalkomhan lollipop oh, lollipop oh, lollipop oh
Neon na.ae lollipop oh, lollipop oh, lollipop oh
Dalkomhan lollipop oh, lollipop oh, lollipop oh
Neon na.ae lollipop oh, lollipop oh, lolli

Annyoung naega chatdeon neoya
Nollan nae du nooneun neoman chalkak

Nan beolsseo meomjit kkeulryeotji
Ddokgateun bimil gatgo isseo

Dalkomhan lollipop oh, lollipop oh, lollipop oh
Neon na.ae lollipop oh, lollipop oh, lollipop oh
Dalkomhan lollipop oh, lollipop oh, lollipop oh
Neon na.ae lollipop oh, lollipop oh, lolli

Babbi geonil ddae jjajeungnal ddae
Pigonhal ddae dankkoomae ppajil ddae
Geuryeojineun dan han saram neo

Neoya gatgo shipeun myoyak
Gippeumi juneun mat toktok teojyeo

Nal ootgae mandeun chiryojae
Joyonghee naman algo shipeo

Dalkomhan lollipop oh, lollipop oh, lollipop oh
Neon na.ae lollipop oh, lollipop oh, lollipop oh
Dalkomhan lollipop oh, lollipop oh, lollipop oh
Neon na.ae lollipop oh, lollipop oh, lolli

Jjajeungnal ddaen
Neoreul bomyeon chakhagae byunhae
Nae gamjungeul manjyeojunen
Neoneun yeppeun mabeopsa

Saljjak dagaseo julgeoga
Meonjeo gidarin cheok kkamjjak mollae

Nega baro nae bitamin
Jjarithan neukkim eojjeom joa

Dalkomhan lollipop oh,
lollipop oh, lollipop oh
Neon na.ae lollipop oh, lollipop oh, lollipop oh

Dalkomhan lollipop oh, lollipop oh, lollipop oh
Neon na.ae lollipop oh, lollipop oh, lolli
Nae mamsokae saneun neoya
Eejen nan neo bakken bol su eopseo

Naega bureum kkok waya dwae
Nal dugo meolli jeoldae motga

Dalkomhan lollipop oh, lollipop oh, lollipop oh
Neon na.ae lollipop oh, lollipop oh, lollipop oh
Dalkomhan lollipop oh, lollipop oh, lollipop oh
Neon na.ae lollipop oh, lollipop oh, lolli